Saat mengetahui kehamilan PRTA, banyak pemberi kerja yang tidak memiliki informasi yang memadai dan akurat yang dapat membimbing mereka untuk membantu PRT yang sedang hamil sembari memastikan hasil terbaik untuk keluarga mereka sendiri.

Banyak pemberi kerja  yang mempunyai berbagai peran dan tanggung jawab di tempat kerja dan di rumah tangga mereka. Membantu merawat anak-anak dan orang tua lanjut usia merupakan alasan utama mengapa mereka mempekerjakan PRTA.

Mengetahui PRT mereka hamil dapat menciptakan tantangan yang unik bagi pemberi kerja. Baik PRT maupun pemberi kerja mungkin mengalami berbagai emosi tentang apa yang akan terjadi kemudian. 

Butuh banyak keberanian bagi PRTA untuk memberitahukan majikannya bahwa dia sedang hamil. Bagi mereka yang kehamilannya direncanakan, hal itu merupakan hal yang menggembirakan, tetapi bagi yang lain, penipuan cinta dan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat menyebabkan kehamilan di luar rencana. Ketika hal tersebut terjadi, PRTA akan merasa bingung atau cemas.

Seringkali reaksi awal majikan adalah terkejut, merasa dikhianati, dan bingung ketika mengetahui PRTA mereka hamil. Pikiran mereka dipenuhi dengan berbagai pertanyaan dan pertimbangan. “Dia datang kesini untuk bekerja, tetapi mengapa dia hamil? Suami saya dan saya bekerja penuh waktu. Bisakah dia merawat anak saya ketika dia hamil? Bagaimana saya mengelola rumah tangga ketika dia sedang cuti melahirkan?” Ini adalah pemikiran nyata yang sering muncul yang menunjukkan bahwa tanpa pemikiran dan perencanaan yang matang dapat mengakibatkan PRTA diberhentikan dan berdampak krisis bagi sang anak.

Bekerja sama dengan Helpwise, kami menciptakan Buku Panduan Praktis ini sebagai upaya membantu para pemberi kerja untuk menghadapi kekuatiran mereka dan untuk mengambil jalan yang akan memberikan solusi bagi mereka, pekerja mereka, dan rumah tangga mereka.  

Kami juga berupaya untuk mempengaruhi perubahan sistemik dan kebijakan terkait tantangan utama yang dihadapi oleh para pemberi kerja ketika PRTA mereka hamil, seperti persyaratan hukum untuk tinggal (live-in) di rumah pemberi kerja dan tidak tersedianya pilihan untuk mendapatkan pekerja sementara yang terjangkau selama 10 minggu cuti melahirkan; tantangan ini secara nyata dihadapi oleh pemberi kerja yang memiliki anak dan/atau orangtua lanjut usia yang sangat bergantung pada PRTA mereka. 

Our 2019 Impact

2,630 pemberi kerja menerima pendidikan
600 Buku Panduan Praktis dibagikan
42 agen tenaga kerja berpartisipasi
42 agen tenaga kerja berpartisipasi

           

Mitra Kerja Utama