Hong Kong saat ini mempekerjakan 390.000 pekerja domestik migran yang dimana sebagian besar merupakan wanita usia subur. Banyak dari mereka tidak memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi dan akses layanan yang cukup. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 600.000 pada tahun 2047 karena demand yang tinggi terhadap pekerja domestik migran.

Terlepas dari perlindungan hukum, begitu pekerja domestik migran diketahui hamil, banyak dari ibu hamil ini dipecat secara tidak sah. Dipaksa untuk pergi atau mengundurkan diri karena mereka, dan majikan mereka, tidak tahu harus berbuat apa lagi.

Pekerja domestik migran yang hamil menghadapi hambatan dan kesulitan yang substansial ketika pekerjaannya dihentikan. Mereka segera menjadi tunawisma dan dalam waktu dua minggu, ketika visa kerjanya berakhir, mereka akan kehilangan akses ke kesejahteraan publik dan layanan kesehatan yang vital untuk pemeriksaan kehamilannya. Bagi mereka yang tidak dapat kembali ke rumah karena takut akan penganiayaan oleh keluarga dan teman-teman karena menjadi ibu tunggal yang tidak memiliki ayah dan anak campuran, anak-anak mereka biasanya tidak memiliki dokumen, tidak memiliki kewarganegaraan dan tidak memiliki akses ke layanan penting termasuk perawatan medis dan imunisasi, tempat tinggal dan pendidikan. 

Layanan kami fokus pada mengangkat pekerja domestik migran dari krisis dan membantu mereka untuk mengembangkan rencana perawatan untuk anak mereka. Kami ingin memastikan bahwa mereka terlindungi dan mampu mengembangkan keterampilan belajar dasar. Komunitas kami berfokus pada pencegahan krisis dengan memberdayakan pekerja domestik migran, mendidik pekerja dan memengaruhi perubahan sistemik.