Dari Pengabaian Ke Rumah Selamanya

Bayi Jenny dibawa ke PathFinders dan kemudian ditempatkan di bawah perawatan panti asuhan ketika ia berumur 8 bulan setelah ditelantarkan oleh ibunya.

Ketika ibu Jenny, Wilamena, dilacak, ia ditemukan tunawisma. Ia tidak pernah berniat untuk menelantarkan anak perempuannya, tetapi ia menitipkannya ke seorang teman selagi ia mencari akal agar bisa memberi makan dan merawat Jenny. Ia percaya bahwa, dengan begitu, bayinya bisa hidup lebih baik karena ia hanya sanggup memberinya susu sisa orang lain yang sudah basi.

Ketika Jenny menginjak umur 18 tahun, Wilamena berharap untuk kembali menjadi bagian dari hidupnya. Masih berstatus tunawisma, ia pindah ke shelter PathFinders dengan harapan untuk membangun kembali hubungan dengan anaknya, tetapi ia kerap berkendala untuk dekat dengan Jenny dan berulang kali absen mengunjunginya di panti asuhan.

Pada akhirnya, diketahui bahwa Wilamena sedang berjuang melawan penyakit mental dan membutuhkan perawatan. Menyadari bahwa situasinya yang kurang memadai (dalam hal kesehatan, finansial dan status imigrasi) tidak memungkinan dirinya untuk memberikan masa depan yang cerah bagi anaknya, Wilamena menyerahkan hak asuhnya agar Jenny bisa mendapatkan sebuah keluarga tetap yang menyayanginya.